Bolmong
Pemkab Bolmong Tegaskan Komitmen Selidiki Banjir Bakan dan Dampak Lingkungan Tambang
BOLMONG, PANTAU24.COM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengambil langkah tegas terkait bencana banjir yang melanda Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, beberapa hari lalu.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Bolmong membentuk tim investigasi lintas sektor untuk menelusuri penyebab banjir yang berdampak pada puluhan kepala keluarga. Investigasi ini juga akan mencakup peninjauan ke area operasional PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) yang berlokasi di sekitar wilayah terdampak.
Asisten II Pemkab Bolmong, Renti Mokoginta, menegaskan bahwa tim investigasi terdiri dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Dalam waktu dekat, tim akan segera turun ke lapangan. Tidak hanya meninjau pemukiman warga yang terdampak, tetapi juga menelusuri hingga ke area operasional PT JRBM,” ujar Renti usai rapat koordinasi, Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan, investigasi ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi akan berbasis data lapangan dan observasi teknis mendalam. “Tujuan kami adalah mendapatkan gambaran utuh dari aspek hidrologi, kerusakan lingkungan, hingga tata kelola tambang. Jika memang ditemukan kontribusi dari aktivitas pertambangan, maka akan diambil langkah penanganan sesuai regulasi,” tegas Renti.
Pemkab Bolmong menilai pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab menjadi hal krusial, terutama di kawasan tambang terbuka. Aktivitas seperti penggundulan lahan dan sedimentasi akibat tambang dinilai berpotensi memperburuk daya resap tanah serta meningkatkan limpasan air saat hujan deras.
Selain mengidentifikasi penyebab banjir, investigasi ini juga diarahkan untuk merumuskan langkah mitigasi jangka menengah dan panjang. “Pemerintah tidak ingin hanya menyelesaikan masalah secara reaktif. Kami ingin membangun sistem mitigasi bencana berbasis data, agar masyarakat di wilayah lingkar tambang seperti Desa Bakan tidak terus-menerus menjadi korban,” tambah Renti.
Bupati Yusra Alhabsyi dan Wakil Bupati Dony Lumenta turut menyampaikan keprihatinan atas dampak sosial-ekonomi yang dialami warga. Keduanya menegaskan komitmen Pemkab untuk tidak mengabaikan setiap indikasi kelalaian lingkungan, khususnya yang terkait aktivitas industri berskala besar.
Dengan langkah investigatif ini, Pemkab Bolmong berharap lahir solusi konkret dan adil bagi masyarakat Desa Bakan, sekaligus memastikan tata kelola sumber daya alam yang lebih berkelanjutan di daerah tersebut.




You must be logged in to post a comment Login