Connect with us

Bolmut

Ada 11 Kasus Kematian Bayi di Bolmut Akibat Berat Badan Lahir Rendah

Dalam hampir kurun tiga tahun terakhir kasus kematian bayi di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) akibat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) mencapai 11 kasus kematian.

Published

on

Bantuan covid-19

BOLMUT,PANTAU24.com- Dalam hampir kurun tiga tahun terakhir kasus kematian bayi di Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) akibat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) mencapai 11 kasus kematian.

Berdasarkan data dinas kesehatan Kabupaten Bolmut pada tahun 2021 ada tiga kasus kematian akibat BBLR. Pada tahun 2022 ada enam kasus akibat BBLR. Dan pada tahun 2023 ada dua kasus kematian akibat BBLR.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Jusnan Mokoginta menutup rapat pembentukan dan evaluasi Scrining layak hamil, ANC dan Stunting tahun 2023 yang bertempat di gedung wanita kawasan pantai batu Pinagut, Rabu 17 Mei 2023.

Sekda menyampaikan, dalam lingkup pelayanan kesehatan reproduksi, masalah kesehatan ibu menjadi isu yang penting.

“Karena kematian Ibu masih tinggi dan membutuhkan upaya khusus untuk penurunannya,” ujarnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Selanjutnya sekda menambahkan bayi merupakan salah satu kelompok rentan terhadap gangguan kesehatan maupun penyakit.

“Kesehatan bayi wajib dipantau untuk memastikan kesehatan mereka, salah satu tujuan upaya kesehatan anak adalah menjamin kelangsungan hidup melalui upaya penurunan angka kematian bayi baru lahir, bayi dan balita,” ungkapnya.

Melalui momentum ini pemerintah daerah berharap kiranya dapat terlaksana kesepakatan bersama pemerintah daerah, Kecamatan, Desa, TNI/Polri, Organisasi IBI, IDI, S.Pog, KUA, dan mitra kerja (mama biang) dalam pelayanan pencegahan kematian ibu dan anak serta scrining layak hamil dan pencegahan Stunting di Kabupaten Bolmut.

Data BPS Angka Kematian Bayi di Bolmut Masih Tinggi

Baca Pula:  Wabup Bolmut : RKPD mempunyai kedudukan strategis

Angka kematian bayi dan Balita di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) masih lebih tinggi dari Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal ini berdasarkan hasil sensus penduduk 2020 lanjutan (long form SP2020) BPS Kabupaten Bolmut. Dimana angka kematian bayi di Bolmut sebesar 19,04 persen. Lebih tinggi dari angka kematian bayi provinsi Sulut yang sebesar 17,23 persen.

Hal ini merupakan tertinggi ke enam Provinsi Sulut terkait kematian bayu. Sementara itu angka kematian balita di Bolmut sebesar 22,49 persen. Lebih tinggi dari angka kematian bayi provinsi Sulut yang sebesar 20,40 persen. Kematian balita di Bolmut urutan keenam secara Provinsi Sulut.

Sebelumnya pada rapat pembentukan tim pokja pencegahan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Neonatal (AKN) yang bertempat di Ruang Rapat Bapelitbang Kabupaten Bolmut beberapa waktu lalu.

Wakil Bupati Amin Lasena mengatakan untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu Hamil, melahirkan dan nifas serta angka kematian bayi, perlu adanya partisipasi dan peran serta Pemerintah dan masyarakat dalam memberikan solusi pencegahan.

“Pembentukan Tim Pokja merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah dalam upaya penanggulanga dan pencegahan angka kematian ibu dan bayi,” jelasnya.

Dirinya mengimbau agar dalam pendataan setiap ibu hamil diperiksa kondisi kehamilannya untuk mengetahui ada tidaknya faktor resiko terjadinya pendarahan atau preeklampsia.

“Untuk menentukan perlu tidaknya seorang ibu hamil memperoleh bentuk  penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Diketahui, preeklampsia dan pendarahan merupakan penyebab utama kematian ibu melahirkan.

Sehingga sejak awal harus fokus untuk mengintervensi kedua penyebab tersebut.

Baca Pula:  Bolmut Raih KLA Kategori Madya, Menteri PPPA: Penghargaan Ini Menjadi Cambuk Penyemangat

“Karenanya, bidan, dokter, kader kesehatan dan semua pihak terkait dengan penanganan ibu melahirkan harus sama-sama cepat dalam melakukan tindakan maupun sosialisasi. Kita bantu warga yang kurang mampu, jangan sampai pelayanan tidak maksimal,” tegasnya.

Sedangkan penyebab langsung kematian bayi adalah Berat Badan Rendah (BBLR) dan kekurangan oksigen.

Sehingga pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan sangatlah penting. Mengapa harus mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan ?

Agar Ibu hamil dan bayi dapat secara cepat dan tepat mendapat pelayanan persalinan sesuai standar.

Konstribusi Kelahiran Berasal Dari Generasi Milenial

Sementara itu kontribusi kelahiran paling banyak berasal dari perempuan generasi milenial. Puncak angka kelahiran menurut kelompok umur (ASFR) terletak pada wanita umur 25-29 tahun, terdapat 114 kelahiran dari 1000 perempuan umur 25-29 tahun.

Disisi lain paradigma pembangunan, dimana penduduk merupakan subjek dan objek dari pembangunan.

Maka perlu dipersiapkan penduduk usia produktif yang berkualitas, sehingga dapat memanfaatkan peluang bonus demografi.

Yakni suatu kondisi dimana rasio ketergantungan saat rendah pada atau pada saat proporsi penduduk usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif.

Sehingga memberi kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Upaya memaksimalkan bonus demografi tidak terlepas dari aspek pembangunan lainnya.

Yang meliputi bidang ekonomi, sosial, politik, pertahanan, keamanan serta daya dukung dan daya tampung lingkungan yang dapat berdampak positif maupun negatif dalam upaya mewujudkan penduduk tumbuh seimbang.