Melihat Perubahan Tutupan Lahan di Kawasan Pegunungan Tanoyan Menggunakan Google Earth

  • Share
Google Earth. (tangkapan layar)

PANTAU24.com-Dalam Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Bolaang Mongondow Tahun 2020, sekitar 188,5 ha dari total 297,00 M2 wilayah Kecamatan Lolayan termasuk rawan bencana longsor.

Terbukti, pada Agustus 2014 peristiwa banjir bandang pernah melanda wilayah Kecamatan Lolayan tepatnya di Desa Mengkang dan Desa Tanoyan Utara. Desa Mengkang merupakan wilayah yang mengalami dampak paling parah. (Dihantam Banjir Bandang Sekitar 6 KK di Desa Mengkang Mengungsi)

Kemudian pada September 2017 lalu, banjir bandang juga menghantam Kecamatan Lolayan, tepatnya di Desa Bakan dan Desa Tanoyan Utara. (Astaga! PETI Diduga Sebabkan Banjir Bandang Lolayan)

Kondisi ini menjadi warning buat masyarakat Lolayan pada umumnya. Saat ini, aktivitas pertambangan emas dengan menggunakan alat berat di wilayah Kecamatan Lolayan, khususnya di wilayah Pegunungan Desa Tanoyan Selatan semakin massif.

Pada resep jurnalisme data kali ini, kita akan mencoba melihat perubahan tutupan lahan/hutan di kawasan Pegungan Tanoyan dalam rentang waktu 6 tahun terakhir (2014-2020) dengan menggunakan Google Earth dan menyajikannya dalam bentuk visualisasi menggunakan beberapa tools.

Fakta menarik dan bermanfaat

Google Earth merupakan salah satu pemetaan citra satelit dengan resolusi hingga 15m per piksel yang bisa diunduh secara gratis dan bisa dimanfaatkan oleh setiap orang untuk melihat data umum bumi dari udara, daratan, maupun lautan.

Di sisi lain, perangkat Google Earth juga bisa langsung digunakan tanpa harus mendownload softwarenya, yaitu melalui website http://earth.google.com/web

Dengan bantuan google earth kita bisa melihat lokasi rumah, bentuk bangunan, morfologi dan juga topologi suatu daerah.

Baca Pula:  Legenda dan Sejarah Desa Tungoi II

Memulai Google Earth

Pemetaan dimulai dengan membuka Google Earth. Kemudian proses selanjutnya adalah menggunakan perangkat pencarian pada Google Earth untuk menemukan sumber lokasi yang ingin diidentifikasi. Ketikkan nama lokasi yang akan diidentifikasi pada kolom pencarian, kemudian klik ‘telusuri’.

Mencari lokasi yang akan diidentifikasi. (tangkapan layar)

Selanjutnya, untuk melihat perubahan suatu daerah atau kawasan pada masa lalu dan melihat timeline, dapat dilakukan dengan memeriksa tahun perekaman yang dilakukan oleh Google Earth dengan cara mengklik toolbars “Show Historical Imagenary” dan kita bisa menentukan tahun berapa yang ingin dimunculkan.

Gunakan scroll ke depan dan ke belakang untuk melakukan zoom in maupun zoom out.

Setelah menentukan lokasi yang ingin dilihat, kemudian memilih tahun yang ingin dimunculkan, kita dapat langsung menyimpan gambar. Caranya, klik tombol file di bagian kiri atas kemudian pilih  ‘simpan’ kemudian pilih ‘simpan gambar’.

Cara menyimpan gambar pada Google Earth. (tangkapan layar)

Silakan mengisi judul, deskripsi  yang ingin ditambahkan pada gambar yang akan disimpan. Pilih resolusi gambar sesuai kebutuhan. Lalu jangan lupa, klik kembali -simpan gambar- di bawah toolbars.

Memberi judul atau nama serta deskripsi pada gambar yang akan disimpan. (tangkapan layar)

Nah, untuk melihat perbandingan perubahan tutupan lahan, maka buatlah lebih dari satu gambar dengan tahun yang berbeda.

Kali ini, diambil dua gambar pada posisi yang sama, tapi di tahun yang berbeda yakni 2014 dan 2020. Atau dalam rentang waktu 6 tahun terakhir.

Gambar kedua yang akan dijadikan pembanding terhadap kondisi perubahan tutupan lahan. (tangkapan layar)

Membuat Visualisasi Gambar

Baca Pula:  Kondisi Umum Desa Tungoi II

Agar tampilan data atau gambar yang diambil menggunakan Google Earth lebih menarik, maka perlu disajikan dalam bentuk visualisasi.

Selain menarik, visualisasi juga mempermudah pembaca melihat perbandingan terjadinya perubahan tutupan lahan di suatu wilayah.

Kali ini, visualisasi akan dibuat menggunakan Knightlab.

Knightlab merupakan salah satu platform digital yang menyediakan berbagai tools yang mudah digunakan. Salah satu tool yang akan digunakan kali ini adalah Juxtapose.

Juxtapose akan membuat perbandingan dua foto sebelum dan sesudah, ataupun dulu dan sekarang, atau menjelaskan perubahan dari waktu ke waktu.

Siapkan dua gambar yang menunjukan dulu dan sekarang yang diambil menggunakan Google Earth. 

Simpan kedua gambar tersebut ke dalam Dropbox. Kemudian copy link gambar yang ada di Dropbox itu lalu paste ke Juxtapose.

Menimpan gambar ke Dropbox, kemudian copy link. (tangkapan layar)

Di situ ada pilihan gambar kiri (sebelum) dan gambar kanan (sesudah). Beri nama pada masing-masing gambar untuk mempermudah melihat perbandinga. Jangan lupa, sertakan sumber gambar.

Paste link yang dicopy dari Dropbox pada kolom URL. (tangkapan layar)

Setelah itu, silakan klik tombol preview. Maka akan muncul tampilan dua gambar dalam satu frame. Untuk melihat perbandingan antara kedua gambar tersebut, cukup mengeser garis yang ada di tengah frame, ke kiri dan ke kanan.

Tampilan perbandingan dua gambar yang sama di tahun yang berbeda. (tangkapan layar)

Jika ingin mengcopy link embed,  maka silakan klik tombol publish di samping tombol preview. Maka akan muncul link embed dan siap dicopy.

Silakan copy link untuk di embed ke CMS. (tangkapan layar)

Di bawah ini adalah hasil akhir dari visualisasi perubahan tutupan lahan/hutan di kawasan Pegunungan Desa Tanoyan, Kecamatan Lolayan. Silakan geser garis yang ada di tengah frame, ke kiri dan ke kanan.

|Penulis: Marshal Datundugon

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com