Tingginya Angka Positivity Rate Covid-19, PPKM di Bolmong Naik Level 4

  • Share
Pelaksanaan Swab test di Kantor Kecamatan Lolayan, Jumat 9 April 2021
Salah satu Sangadi (Kepala Desa) di Bolmong saat menjalani swab tes antigen di Puskesmas Tungoi, Kecamatan Lolayan. (Foto: pantau24.com)

BOLMONG, PANTAU24.COM-Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yasti Soepredjo Mokoagow menyebutkan, angka positivity rate Covid-19 di daerah itu menyentuh angka 48 persen. Positivity rate adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan. Berdasarkan standar yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka positivity rate Covid-19 seharusnya kurang dari 5 persen.

“Selain itu, tingkat kematian di bolmong juga tinggi, yakni 5,6 persen. Melebihi tingkat kematian secara nasional yakni 3,3 persen,” ungkap Bupati Yasti saat memimpin rapat bersama Forkopimda dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat tahun anggaran 2021, Rabu, 8 September 2021.

Pada rapat yang digelar secara virtual itu, Bupati menegaskan bahwa hal itu harus diseriusi bersama seluruh stakeholder termasuk masyarakat.

Baca Pula:  Update Covid-19 Sulut 14 September: Manado 6 kasus baru, Bitung 2, Tomohon 4, Minahasa 2, Minut 1

Ia menyebutkan, salah satu penyebab tingginya angka positivity rate Covid-19 di Kabupaten Bolmong adalah akibat dari kasus-kasus pengambilan paksa pasien terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal di rumah sakit (RS). Baik di RS Bolmong maupun di RS rujukan lainnya di luar Bolmong.

“Pada saat dibawa pulang itulah terjadi penularan yang luar biasa kepada keluarga, tetangga, maupun kerabat. Dan keluarga juga tidak terbuka kepada tetangga dan kerabat lainnya bahwa jenazah meninggal karna Covid-19,” kata Yasti.

Fakta menarik dan bermanfaat

Penyebab lain adalah keengganan, ketakutan dan ketidakterbukaan masyarakat untuk melakukan rapid test antigen jika bergejala. Padahal menurut Bupati, Pemkab Bolmong telah menyediakan sebanyak 15.500 alat rapid test antigen yang sudah tersebar di 18 puskesmas dan RS di Bolmong.

Baca Pula:  2 Bulan Terakhir, Sudah 43 Dokter di Jawa Tengah Meninggal

“Jadi kalau ada yang bilang bahwa pemkab bolmong tidak mempunyai alat rapid antigen, maka saya tegaskan, hari ini kita punya 15.500 alat tes antigen. Kalaupun itu kurang, maka kita akan tambah. Dan itu yang kita harapkan,” sahutnya.

Di sisi lain, pada kesempatan tersebut, top eksekutif Pemkab Bolmong iyu juga minta para Sangadi, Babinsa, Babinkamtibmas untuk bersama-sama pemerintah kabupaten dalam melakukan tracking di masyarakat. Termasuk memasifkan sosialisasi kepada masyarakat agar jangan pernah takut melalukan rapid antigen.

“Rapid antigen merupakan upaya deteksi dan pencegahan dini penyebaran virus corona. Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tandasnya.



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com