“Kedai Kopi”, Inovasi Inspektorat Bolmong itu Tuai Apresiasi

  • Share
Sekda Tahlis Gallang Melakukan Launching Sistem 'Kedai Kopi' di Lantai II Kantor Bupati Bolmong. (Foto: Istimewa)

BOLMONG, PANTAU24.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Inspektorat Daerah menggelar launching sistem Kemampuan Pengendalian internal melalui Konsultasi Pendampingan Investigasi (Kedai Kopi) inovasi Inspektorat Bolmong.

Kegiatan itu berlangsung, Selasa (07/09/2021), di lantai dua Kantor Bupati Bolmong sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan laporan hasil zonasi atas Analisis Kinerja SKPD Terintegrasi (Akselerasi).

Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Tahlis Gallang mengapresiasi inovasi yang digagas Inspektorat Bolmong di bawah kepemimpinan Rio Lombone itu.

“Inovasi tersebut merupakan upaya meningkatkan kualitas pengawasan terhadap SKPD serta membangun etos kerja melalui aplikasi,” ucap Tahlis.

Dia menambahkan, sudah menjadi sebuah tanggung jawab bagi Inspektorat untuk melakukan pendampingan pengawasan bagi SKPD yang masih berada di zona kuning dan merah, agar setiap SKPD bisa meningkatkan kinerjanya.

Fakta menarik dan bermanfaat
Baca Pula:  Capaian Target Visi-Misi Bupati Bolmong Merosot di 2020

“SKPD yang masih berada di zona kuning dan merah agar lebih mempercepat langkah berakselerasi dalam mencapai visi misi pemerintah daerah,” kata Tahlis.

Sementara itu, Inspektur Daerah, Rio Lombone menjelaskan, di “Kedai Kopi” bisa melaksanakan pengendalian intern. Yakni; melalui kegiatan audit, review, penilaian, evaluasi, verifikasi, pengujian dan pemantauan atau monitoring.

Juga sebagai konsultan untuk memberikan solusi atas berbagai macam permasalahan melalui sosialisasi, bimbingan, pendampingan, pemberian saran/petunjuk, konsultasi, pelatihan-pelatihan dan survei.

“Serta investigasi yang di dalamnya meliputi, mencari, menemukan, mengumpulkan, dan menganalisis serta mengevaluasi bukti secara sistematis oleh pihak berkompeten,” ungkapnya.

Baca Pula:  Open Turnamen Bupati Cup 2020 Resmi Berakhir

Rio mengatakan, sistem “Kedai Kopi” merupakan wadah atau tempat pelayanan semua pihak bisa berdiskusi maupun berkonsultasi dengan auditor.

“Kita bisa bertanya seputar pengawasan, yakni proses menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, lanjut Rio, “Kedai Kopi” juga merupakan tempat konsultasi dalam konteks kegiatan audit intern, memiliki orientasi yang sama yaitu memberikan saran ahli, dan bukan berupa opini.

“Kedai Kopi juga merupakan tempat konsultasi dalam konteks kegiatan audit intern, memiliki orientasi yang sama yaitu memberikan saran ahli, dan bukan berupa opini,” tutupnya.(**)



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com