Bolmong Koleksi 89 Kasus Stunting, Tertinggi di Kecamatan Lolayan

Rapat koordinasi penurunan stunting di Kantor Bappeda Bolmong.
Rapat koordinasi penurunan stunting di Kantor Bappeda Bolmong. (Foto: Istimewa)

BOLMONG, PANTAU24.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Rapat Koordinasi Penurunan Stunting di Kantor Bappeda Bolmong, Selasa, (20/04/2021).

Rapat dipimpin langsung Kepala Bappeda Bolmong, Taufik Mokoginta. Menurut Kepala Bappeda Bolmong Taufik Mokoginta, strategi penurunan stunting di kabupaten bolmong menjadi tugas bersama semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan dinas kesehatan sebagai OPD yang berkaitan langsung dengan penurunan angka stunting.

Baca Pula:  Pusat Kebugaran Dibuka, Begini Tips Agar Tetap Aman Dari Penularan COVID-19

“Angka stunting di Kabupaten Bolmong untuk tahun 2021 sebanyak 89 kasus yang tersebar di 8 kecamatan dengan kasus stunting terbesar berada di Kecamatan lolayan dengan 73 kasus dan kecamatan dumoga utara 8 kasus,” sebutnya.

Ditambahkan, Pemkab Bolmong akan memprioritaskan penurunan stunting pada Kecamatan Lolayan dan Kecamatan Dumoga Utara. Taufik menargetkan angka penurunan stunting untuk tahun 2021 sebesar 30 persen dari jumlah kasus stunting lebih tinggi dari target penurunan stunting secara nasional sebesar 21, 1 persen.

Baca Pula:  Siap-siap, Ada 254.173 Lowongan CPNS 2019

Hadir dalam rapat koordinasi penurunan stunting perwakilan dari Dinas Kesehatan, Dinas pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Sosial, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Puskesmas Tanoyan dan Puskesmas Mopuya.

Fakta menarik dan bermanfaat

|Penulis: Indra Ketangrejo

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com