Guru Asal Bolmut Terima Penghargaan Dari PERRUAS

  • Share
Asdar terima penghargaan anugerah pantun 1.000 guru Asean dari PERRUAS
Asdar terima penghargaan anugerah pantun 1.000 guru Asean dari PERRUAS

BOLMUT, PANTAU24.COM-Asdar, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang bertugas di SMP Negeri  Satu atap (Satap) Tontulow, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menerima  penghargaan anugerah pantun 1000 guru Asean dari Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS).

Penghargaan tersebut diterima Asdar dalam kegiatan peluncuran buku dan penganugerahan pantun nasihat 1000 guru Asean yang diselenggarakan oleh PERRUAS di Auditorium perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu 10 Maret 2021 belum lama ini.

Kepada awak media ini, Asdar mengaku merasa bangga dengan prestasi ini.

“Tidak mudah mendapatkan prestasi ini. Saya harus berkompetisi dengan ratusan ribu guru yang ada di Indonesia,” ucap Asdar saat dihubungi Pantau24.com, melalui pesan WhatsApp, Jumat 12 Maret 2021.

Kata dia, sebanyak 1.250 penulis dari 4 negara ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunai Darusalam, karyanya berhasil dibukukan dalam sebuah gerakan 1.000 Guru ASEAN menulis pantun nasihat melalui Perkumpulan Rumah Seni Asnur.

Fakta menarik dan bermanfaat

“Nah, khusus dari Sulut sebanyak 30 guru terlibat dalam penulisan ini ” kata Asdar.

Akan tetapi lanjut Asdar, dari 30 guru tersebut, hanya 6 orang dari Sulut yang terundang untuk menghadiri kegiatan tersebut yaitu, Kusnan (SMK Negeri 7 Manado), Melani Mukuan (SMP Negeri 2 Sinongsayang – Minsel), Jenny Ireyne Wenas (SMA Negeri 1 Manado), Lance Jakob (SMK Negeri 3 Manado), Linda Rumbayan (SMK Negeri 1 Amurang – Minsel) dan saya sendiri,” ungkapnya.

Menurut Asdar, dalam penganugerahan tersebut, 10 pantun miliknya berhasil masuk dalam buku Gerakan 1.000 guru Asean menulis pantun yang berjudul kumpulan pantun nasihat yang diluncurkan oleh perkumpulan rumah seni Asnur.

Buku tersebut kata Asdar akan diserahkan ke Pemerintaha Daerah (Pemda) setelah dirinya tiba di Bolmut.

“Sekarang saya dalam perjalanan pulang. Nanti  Insha Allah kalau sudah tiba di Bolmut secepatnya akan saya serahkan kepada Pak Bupati Depri Pontoh,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya, sebagaimana dikutip dari laman Facebook perkumpulan rumah seni asnur melalui releasnya menjelaskan Pantun Nasihat 1.000 Guru Asean melalui proses panjang, menghabiskan waktu 2 tahun lebih, dimulai akhir November 2018 hingga April 2020.

“Mulai proses cetak bulan Juli selesai Desember 2020 dengan penulis 1.250 dari kalangan guru dan dosen dari negara Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam,” terang Asrizal Nur, penggagas (pimpinan) Rumah Seni Asnur, Jakarta, Senin 8 Maret 2021.

Buku dengan isi lebih kurang 1.400 halaman itu kata Asrizal Nur, akhirnya tercatat di MURI-Dunia sebagai buku dengan penulis Terbanyak di dunia.

Penulis: Rinto Binolombangan



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com