Hasil Autopsi, Maradona Meninggal Bukan Kerana Obat Terlarang

Hasil autopsi berdasarkan data post-mortem berupa tes darah dan urine, Maradona meninggal karena masalah jantung, ginjal dan paru-paru.

PANTAU24.COM-Penyebab meninggalnya sang legenda sepak bola dunia, Diego Maradona sempat menjadi sorotan. Dengan rekam jejak Maradona sebagai mantan pengguna narkotika, sejumlah pihak mengklaim eks pemain Napoli itu meninggal karena obat-obatan terlarang.

Namun dikutip dari Daily Mail, hasil autopsi berdasarkan data post-mortem berupa tes darah dan urine, Maradona yang meninggal pada 25 November 2020 lalu karena masalah jantung, ginjal dan paru-paru.

Baca Pula:  Kotamobagu Tertinggi, Ini Sebaran Kasus Corona di BMR per 11 Oktober

Dalam hasil autopsi yang dikeluarkan pihak Buenos Aires Scientific Police, Rabu (23/12), tidak ditemukan zat narkotika atau pun obat-obatan ilegal. Hasil autopsi menyebut dalam tubuh Maradona terdapat zat sejumlah obat resep dokter, termasuk quetiapine, venlafaxine dan levetiracetam.

Lebih lanjut kondisi jantung Maradona memiliki berat hingga 503 gram ketika meninggal. Kondisi itu dua kali lebih berat daripada kondisi jantung biasa.

Baca Pula:  TPP ASN Bolmong Naik Tahun Depan?

Kepolisian Buenos Aires sempat melakukan investigasi setelah Maradona meninggal. Mantan dokter pribadi Maradona, Leopoldo Luque, sempat dimintai keterangan setelah muncul rumor sang dokter memberi obat-obatan ilegal. Namun, Luque membantah semua tuduhan tersebut.

Fakta menarik dan bermanfaat

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com