Pembuat Lambang Daerah Bolaang Mongondow Tutup Usia

  • Share

PANTAU24.COM-Amir Hamzah Datunsolang, sang pembuat lambang daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dikabarkan tutup usia.

Terinformasi, pemenang sayembara logo daerah pada tahun 1966/1967 itu meninggal dunia pada, Kamis 24 Desember 2020 sekira pukul 03.00 Wita dini hari di RS Pondok Indah, Jakarta.

Almarhum Ir. Amir Hamzah Datunsolang berhasil memenangkan sayembara logo daerah Dati 2 Bolaang Mongondow di usianya yang baru 18 tahun.

Goresan tangan almarhum Amir Hamzah Datunsolang yang berhasil memenangkan sayembara dan kini menjadi logo kebanggaan Daerah Bolaang mongondow

Berikut arti dari logo Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow:

Fakta menarik dan bermanfaat

Bentuk : segi lima sama sisi di atas dasar bentuk jantung berukuran 16:21

Lukisan : Dua bulir tangkai padi, tombak dan perisai, bintang, pita nama Bolaang mongondow

Warna : Biru muda, hijau tua, kuning emas, merah kehitaman (wijn rood) dan hitam.

Bentuk inti lambang segi lima sama sisi, ukurannya ฝ dari luas jantung melambangkan dasar negara kita Pancasila dimana kabupaten Bolaang Mongondow adalah satu bagian organik dari padanya.

Baca Pula:  Peringatan Hari Pahlawan di Bolmong, Peserta Upacara Dibatasi dan Wajib Pakai Masker

Bentuk dasar ialah jantung, yang melambangkan sumber hidup bagi tiap makhluk bernyawa dimana Bolaang Mongondow diharapkan sebagai salah satu daerah sumber kehidupan bagi daerah-daerah Sulawesi Utara terutama dibidang produksi pangan (beras, jagung, dsb).

Dua bulir padi masing-masing dengan warna hijau dan kuning melambangkan bahwa daerah Bolaang Mongondow adalah penghasil beras terutama di Sulawesi Utara.

Masing-masing bulir tiga jajar dengan dua puluh tiang bulir melambangkan Tanggal 23 Maret.
Tanggal dan bulan lahirnya Daerah Bolaang mongondow menjadi daerah yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 1954.

Logo Bolaang Mongondow

Tombak dan perisai melambangkan kesatuan kebudayaan daerah Bolaang Mongondow (bekas 4 Swapraja; Bolaang Mongondow, Bolaang Uki, Bintauna dan Kaidipang Besar).

Tombak dan perisai melambangkan patriotisme rakyat Bolaang Mongondow. Warna perang (merah kehitam-hitaman) Wijn Rood pada tombak dan perisai mengandung arti dinamika hidup dan keberanian.

Baca Pula:  UPDATE: 41 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang dan Tanah Longsor Flores Timur

Bintang warna kuning emas melambangkan bahwa rakyat Bolaang Mongondow adalah orang-orang beragama yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa.

Warna kuning emas segi lima melambangkan belerang dan emas sebagai hasil tambang di daerah Bolaang Mongondow.

Warna hijau tua pada segi lima melambangkan kesuburan, kekayaan daerah dan hasil bumi (padi, jagung, kelapa, kopi, cengkih, kayu dan hasil-hasil hutan lainnya).

Warna hitam pada nama Bolaang Mongondow melambangkan ketekunan dan ketabahan.

Warna biru pada bentuk dasar (jantung) melambangkan kesetiaan rakyat Bolaang Mongondow

Secara historis, geografis daerah Dumoga dan Lopa’ Mongondow adalah bekas Danau.
Warna putih yang terdapat pada lambang, baik pada bingkai dasar maupun pada bentuk inti melambangkan kesucian.

Goresan tangan almarhum Ir. Amir Hamzah Datunsolang menjadi logo kebanggaan Daerah Bolaang mongondow.
Dan kini, logo kebanggan itu telah melahirkan 4 logo baru Kabupaten/Kota se Bolmong Raya (BMR).

Sumber: Facebook Historia Bolaang Mongondow Raya (Boelang En Mogondo)



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com