Connect with us

Bolmong Raya

Pemkab Bolmut Bahas Dampak Pandemi Covid-19 Pada Sektor Pangan

Jangan sampai terjadi inflasi yang tinggi dan bisa menyebabkan terjadi peningkatan kemiskinan karena ketidakberdayaan masyarakat dalam membeli bahan pokok.

Published

on

Wakil Bupati Bolmut Amin Lasena saat membuka rakor TPID. (Foto: Moh Firmansyah Goma/Humas Pemkab Bolmut)

BOLMUT, PANTAU24.COM-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) rapat kordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tingkat kabupaten.

Rapat yang digelar di ruang rapat kantor bupati Bolmut, Senin 19 Oktober 2020 itu dibuka Wakil Bupati Bolmut, Amin Lasena.

Dikutip dari torangpeberita.com, dalam penyampaiannya Wabup mengatakan kepada seluruh peserta forum yang tergabung dalam TPID Kabupaten Bolmut bahwa kehadiran seluruh perserta itu merupakan wujud dari adanya komitmen yang kuat, untuk membangun sinergitas yang baik dalam upaya menjaga perekonomian daerah.

Rapat kordinasi TPID merupakan salah satu agenda pemerintah dalam rangka mengendalikan kebutuhan pokok masyarakat untuk menghindari jangan sampai terjadi inflasi yang tinggi dan bisa menyebabkan terjadi peningkatan kemiskinan karena ketidakberdayaan masyarakat dalam membeli bahan pokok.

“Saat ini kita dihadapkan pada situasi pandemi Covid-19, dimana situasi ini tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan global tapi juga menyeret ke bidang-bidang lainnya terutama bidang sosial dan ekonomi masyarakat umumnya mungkin banyak yang terfokus pada aspek kesehatan padahal adapula hal sangat penting untuk diperhatikan saat ini yaitu aspek kebutuhan pangan,” kata Wabup.

Untuk itu, inflasi diharapkan mampu dikendalikan agar dapat menjadi indikator keseimbangan sektor pangan.

“Industri dan sebagainya. Dan ada empat hal yang menjadi entry point bagi pemerintah,” ujarnya.

TPID selain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok juga harus memikirkan strategi yang mendukung pemulihan ekonomi daerah. Dengan menjaga kecukupan stok pangan sekaligus mengupayakan kelancaran distribusinya.

“Kedua, mendukung industri rumah tangga dan UMKM agar dapat hidup kembali, faktanya industri rumah tangga dan UMKM menjadi basis dan garda terdepan pengendalian harga-harga kebutuhan pokok di masyarakat,” sahutnya.

Selain itu, ukuran keberhasilan TPID dari tinggi rendahnya inflasi. Akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana TPID bersama seluruh pemangku kepentingan secara sinergis melakukan kegiatan untuk mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara mandiri.

“Misalnya dengan menggalakkan pemanfaatan lahan-lahan pekarangan atau lahan kosong sebagai sumber untuk memperoleh bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi,” ungkapnya.

“Stabilitas keamanan juga menjadi salah satu poin penting dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di daerah. Kondisi demikian perlu mendapat perhatian kita bersama. Sejalan dengan percepatan pembangunan daerah kedepan,” pungkas Wabup.

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Zonautara.com
WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com