Dihantam Banjir, Jembatan Kosio Putus Total

  • Share
Sangadi Desa Kosio Induk, Remi Dolot memberikan inmbauan kepada warga untuk tidak mendekati lokasi jembatan yang putus

BOLMONG, PANTAU24.COM-Jembatan berukuran panjang sekitar 20 meter, dengan lebar 7 meter tepat di perbatasan Desa Kosio Induk dan Kosio Barat, Kecamatan Dumoga Tengah putus lantaran dihantam derasnya air sungai yang mulai meluap hingga ke pemukiman warga, Sabtu 25 Juli 2020.
Akibatnya, akses jalan nasional Amurang Kotamobagu Doloduo (AKD) di desa tersebut lumpuh total. Jalur ini juga merupakan perlintasan Kotamobagu-Bolmong-Bolsel menuju Provinsi Gorontalo.
Sangadi (Kepala Desa) Kosio Induk, Remi Dolot menuturkan, jembatan putus sekitar pukul 04.00 Wita subuh. Selain jembatan, data sementara 16 rumah warga terdampak. Satu rumah hanyut, dua rumah rusak berat, dan 13 rumah rusak ringan.
Meluapnya Sungai Moyogang yang ada di Desa Uuwan, Kecamatan Dumoga Barat. Sungai tersebut merupakam hulu dari sungai yang melintas di Desa Kosio.”Air semakin tinggi setelah Bendungan Kosingolan juga ikut meluap,” tutur Sangadi.
Lebih lanjut, ia mengaku sudah mengimbau kepada seluruh warganya untuk waspada kemungkinan air samakin naik. Khususnya warga yang tinggal di bantaran sungai.
Pasalnya, informasi dari petugas pengairan, bendungan Kosingolan saat ini hampir tidak mampu lagi manampung debit air. Jadi kemungkinan besar pentu air di bendungan akan dibuka. “Jika itu terjadi maka dipastikan air di Sungai Kosio semakin naik. Sehingga warga perlu waspada kemungkinan terburuk,” imbaunya.
Selain menerjang pemukiman warga, luapan air juga masuk be areal perkebunan desa setempat. “Untuk kerugian masih kita lakukan pendataan,” pungkasnya. 



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com