Bank Indonesia tetap cetak uang baru dengan tanda tangan Purbaya dan Perry, meski keduanya digantikan. Pencetakan uang ini adalah proses rutin.
Transaksi mata uang lokal Indonesia mencapai USD 49,4 miliar hingga Agustus 2026, naik hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Destry Damayanti resmi pimpin Bank Indonesia, segera fokus pada pembagian tugas ADG dan menjaga stabilitas moneter.
DPR RI menyetujui Destry Damayanti, Aida S. Budiman, dan Solikin M. Juhro sebagai pimpinan baru Bank Indonesia untuk periode 2026-2031.
DPR RI tetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 setelah uji kelayakan.
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75 persen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.