PERISTIWA
Wabah Ebola Terbesar di Kongo, Korban Tewas Capai 4.000
Wabah Ebola di Kongo telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, menjadikannya wabah terburuk di negara tersebut.
PANTAU24.com – Republik Demokratik Kongo dilanda wabah Ebola terburuk dalam sejarah negara itu, dengan korban meninggal dunia telah mencapai lebih dari 4.000 orang. Data pemerintah Kongo, sebagaimana dilansir oleh Reuters, mengungkapkan bahwa wabah ini dipicu oleh spesies Ebola Bundibugyo.
Sejak pertama kali muncul, wabah ini telah menjadi yang paling mematikan di Kongo, melampaui epidemi sebelumnya yang terjadi antara 2018 dan 2020. Jumlah kasus terkonfirmasi tercatat sebanyak 8.300 kasus tersebar di tujuh provinsi di negara tersebut.
Meski lebih dari 2.000 pasien berhasil sembuh, upaya untuk menghentikan penyebaran virus masih menemui banyak tantangan, sehingga menyebabkan peningkatan tajam dalam angka kematian. Pemerintah setempat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berharap penularan di sejumlah wilayah, seperti di Provinsi Ituri, mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Namun, penyebaran masih terjadi cepat di bagian timur Kongo, terutama di Provinisi North Kivu, dan telah meluas ke Provinsi South Ubangi di barat laut. Penyebaran di South Ubangi bermula setelah seorang pria meninggal dunia akibat virus tersebut setelah melakukan perjalanan dari Kongo timur.
Dalam upaya menghadapi situasi ini, lembaga bantuan internasional seperti Médecins Sans Frontières (MSF) terus berupaya memperketat langkah pencegahan dan pengendalian virus, terutama di pusat perawatan Kitatumba di Butembo. Ebola adalah penyakit yang menyebabkan demam, perdarahan, dan komplikasi serius lainnya sehingga membutuhkan penanganan khusus untuk mengendalikan penularannya.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia – News.


You must be logged in to post a comment Login