Connect with us

PERISTIWA

Porter Stasiun Gambir Bantu Penumpang dengan Berbagai Cara

Porter stasiun Gambir berbagi pengalaman uniknya selama empat tahun, termasuk menggendong bayi dan membantu penumpang.

Published

on

PANTAU24.com – Ahmad, seorang porter berusia 25 tahun yang telah bekerja selama empat tahun di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, tidak hanya membantu penumpang membawa koper dan barang bawaan. Dia berbagi pengalamannya yang lebih dari sekadar mengangkut barang, termasuk menggendong bayi dan bahkan penumpang dewasa.

Salah satu pengalaman paling berkesan bagi Ahmad adalah ketika seorang penumpang hampir tertinggal kereta tujuan Bandung. Dalam situasi panik tersebut, ia diminta untuk menggendong bayi penumpang tersebut. Ketika menggendong, bayi itu buang air besar di tangannya.

“Paling berkesan, saya pernah gendong adik bayi mau ketinggalan sampai berak-berak di tangannya,” kata Ahmad.

Dalam kejadian lain, Ahmad membantu seorang perempuan yang terjatuh di dekat jalur pejalan kaki, saat keretanya hampir berangkat. Perempuan tersebut meminta Ahmad untuk menggendongnya hingga ke peron.

“Kereta mepet, jatuh. Nah, minta digendong. Aku gendong sampai atas,” kenang Ahmad.

Ahmad menyatakan bahwa membantu penumpang adalah bagian dari pekerjaannya sebagai porter. Dia bercerita bahwa penghasilan yang diperolehnya bergantung pada jumlah penumpang yang menggunakan jasanya, mencapai sekitar Rp 140 ribu setelah membantu lima penumpang.

Selain mengangkut barang, Ahmad dan porter lainnya juga bertugas menjaga kebersihan stasiun secara bergantian pada siang dan malam hari. Selama empat tahun menekuni profesi sebagai porter, Ahmad berhasil menyicil rumah di kampung halamannya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Kumparan.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.