Connect with us

Bitung

Hadiah HUT ke-80 RI, Alfred Salindeho Gratiskan Kuliah Anak Kurang Mampu hingga Berikan Beasiswa S1-S3

Published

on

Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Bisnis dan Manajemen (STBM) Duasudara, Alfred Salindeho SE, M.Si, bersama para penerima beasiswa

BITUNG, PANTAU24.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Bitung tahun ini terasa lebih istimewa.

Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Bisnis dan Manajemen (STBM) Duasudara, Alfred Salindeho SE, M.Si, mengumumkan pemberian beasiswa pendidikan tinggi kepada puluhan penerima, mulai dari anak-anak kurang mampu, atlet muda, hingga dosen.

Dalam seremoni yang digelar sederhana namun penuh makna, Alfred menegaskan bahwa kemerdekaan sejati harus diwujudkan dalam bentuk nyata, salah satunya dengan membuka akses pendidikan bagi generasi muda.

“Ini adalah wujud nyata mengisi kemerdekaan. Kita ingin membangun SDM yang berkualitas, karena masa depan bangsa Indonesia, terlebih khusus Kota Bitung, ada di tangan anak-anak kita,” ujar Alfred, Minggu (17/8/2025).

Fakta menarik dan bermanfaat

Dalam program ini, Alfred melalui Yayasan STBM Duasudara menetapkan tiga kelompok penerima beasiswa. Pertama, dua orang dosen akan memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan studi doktoral (S3). Kedua, 12 mahasiswa jalur prestasi bola voli yang berhasil mengharumkan nama daerah di tingkat regional hingga nasional, mendapatkan beasiswa S1.

Tak kalah penting, sebanyak 35 anak dari keluarga kurang mampu juga mendapatkan kesempatan kuliah gratis hingga lulus sarjana. Semua biaya, baik untuk jenjang S1 maupun S3, sepenuhnya ditanggung oleh yayasan.

“Jangan pernah menyerah hanya karena keterbatasan ekonomi. Kami ingin membuktikan bahwa pendidikan adalah hak semua orang, bukan hanya mereka yang mampu secara finansial,” tambah Alfred.

Alfred, yang juga menjabat sebagai Direktur Perumda Air Minum Duasudara Kota Bitung, menilai bahwa investasi terbesar sebuah bangsa bukan terletak pada sumber daya alam, melainkan pada kualitas manusia yang dimiliki.

Menurutnya, Kota Bitung yang tengah berkembang sebagai kota industri dan pelabuhan internasional membutuhkan SDM yang cakap, terdidik, dan berdaya saing tinggi.

“Kalau kita tidak siapkan anak-anak kita dari sekarang, maka mereka hanya akan menjadi penonton di tanahnya sendiri,” tegas Alfred.

Program beasiswa ini disambut antusias oleh masyarakat. Orang tua penerima beasiswa menyampaikan rasa syukur dan harapan besar agar langkah serupa bisa menjadi inspirasi bagi lembaga dan tokoh lain di Kota Bitung.

“Saya tidak sangka anak saya bisa kuliah gratis. Ini bukan hanya meringankan beban keluarga kami, tapi juga membuka jalan masa depan yang lebih cerah,” ungkap seorang orangtua penerima beasiswa dengan mata berkaca-kaca.

Alfred berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

“Belajar yang rajin, karena pendidikan adalah tiket untuk meraih cita-cita. Suatu hari nanti, saya ingin melihat kalian kembali dan ikut membangun Kota Bitung,” pesannya.

Dengan langkah ini, Yayasan STBM Duasudara ingin menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya soal seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen membangun bangsa melalui peningkatan kualitas SDM.