Connect with us

Bolmong

Menuju Pendidikan Merata, Bupati Bolmong akan Tambah Layanan Bus Sekolah Gratis

Yusra: Anak-anak kita harus cerdas, karena di tangan mereka masa depan bangsa ini

Published

on

Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, meninjau langsung pemanfaatan bus sekolah. (Foto: Istimewa)

PANTAU24.com — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) berkomitmen memajukan dunia pendidikan dengan mengembalikan pemanfaatan armada bus sekolah untuk mengantar dan menjemput siswa secara gratis, terutama bagi anak-anak yang tinggal jauh dari sekolah.

Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, meninjau langsung pemanfaatan bus sekolah dengan ikut menaiki kendaraan tersebut bersama para siswa dari Desa Sauk, Kecamatan Lolak, menuju sekolah mereka, Senin pagi (05/05/2025).

“Namanya juga bus sekolah, berarti memang untuk anak sekolah. Jangan dialihkan ke yang lain,” tegas Bupati Yusra saat berbincang dengan para siswa di dalam bus.

Menurutnya, program ini lahir dari keprihatinan melihat banyak siswa yang selama ini hanya mengandalkan tumpangan mobil bak terbuka atau kendaraan kebun — yang secara lokal disebut kalero — untuk berangkat ke sekolah.

“Kadang mereka tidak sekolah karena tidak ada tumpangan. Itu sangat memprihatinkan, dan juga berbahaya,” ujar Yusra.

Fakta menarik dan bermanfaat

Bus sekolah ini sebelumnya digunakan untuk antar-jemput ASN dari Kotamobagu ke Lolak.

Kini, pemerintah daerah mengembalikannya pada fungsi awal: melayani para pelajar.

Uji coba dimulai dengan satu unit bus yang setiap pagi pukul 06.00 sudah siaga di titik penjemputan.

Tak hanya mengantar, bus ini juga akan menjemput kembali para siswa seusai sekolah.

Layanan ini ditujukan bagi siswa SD hingga SMA, terutama yang tinggal di daerah dengan akses transportasi terbatas.

Bupati juga berencana akan menambah jumlah armada untuk melayani wilayah-wilayah lain seperti Desa Pangi, Sauk, Baturapa, dan sekitarnya terutama bagi pelajar SMA.

“Saya ingin memastikan bahwa tidak ada lagi siswa yang naik motor sendiri ke sekolah. Kita harus ciptakan rasa aman bagi orang tua, dan keselamatan bagi anak-anak. Bus ini adalah bentuk nyata perhatian pemerintah untuk pendidikan dan peningkatan IPM di daerah,” tegasnya.

Yusra pun mengajak seluruh kepala sekolah dan orang tua untuk mendukung program ini dan melarang anak-anak mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah.

“Anak-anak kita harus cerdas, karena di tangan mereka masa depan bangsa ini,” pungkasnya.