Connect with us

Bolmut

86 Pelajar SD dan SMP di Bolmut Dapat Bantuan Paket Kebutuhan Sekolah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) akan menyerahkan paket bantuan seragam sekolah kepada keluarga miskin ekstrem di Bolmut.

Published

on

BOLMUT,PANTAU24.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) akan menyerahkan paket bantuan seragam sekolah kepada keluarga miskin ekstrem di Bolmut.

Hal ini diungkapkan oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan Bolmut Fadly Usup. Menurutnya ada 70 Kepala Keluarga (KK).

Dari 70 KK tersebut, Usup menjelaskan ada 86 pelajar. Untuk pelajar SD berjumlah 58 dan SMP berjumlah 28.

“Yang tersebar dienam Kecamatan. Penyerahannya dalam waktu dekat. Karena masih menunggu pengadaan,”ujar Usup.

Baca Pula:  Dinas Pendidikan Bolmut Gelar Sosialisasi Gerakan Transisi PAUD ke SD Yang Menyenangkan

Bantuan tersebut paket kebutuhan sekolah terdiri dari seragam sekolah, tas dengan bukunya dan kebutuhan siswa lainnya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Dikbud sendiri mendapat anggaran Rp215 juta terkait penanganan miskin esktrem di Bolmut.

Sebelumnya Kepala Bapelitbang Bolmut Aroman Talibo mengatakan dalam penghapusan kemiskinan esktrem di Bolmut pihaknya mendapat anggaran dari alokasi insentif fiskal tahun 2023.

Bolmut mendapat anggaran dari kategori kinerja percepatan belanja daerah. Nah anggarannya digunakan dalam mengatasi miskin ekstrem di Bolmut.

Baca Pula:  Peringati Harkodia, Dikbud Bolmut Gelar Pendidikan Anti Korupsi di Sekolah

“Anggarannya sebesar Rp5.890.177.000 dan akan disebarkan ke dinas-dinas terkait,”ujar sekretaris tim penghapusan kemiskinan ekstrem di Bolmut ini.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2022 kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bolmut mencapai 0,47 persen atau ada sekitar 478 penduduk Kabupaten Bolmut.

Aroman mengatakan pihaknya setelah mendapat data dari BPS terkait kemiskinan ekstrem langsung melakukan pemutakhiran.

“Setelah dilakukan pemutakhiran jumlah penduduk dengan kemiskinan ekstrem mencapai 432,”ujarnya.

Dari 432 jiwa tersebut ada 102 Kepala Keluarga (KK).