Connect with us

PERISTIWA

Pemerintah Janji Dukung Pengembangan Sepak Bola Indonesia

Published

on

Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir memastikan pihaknya dan pemerintah akan terus berupaya memajukan prestasi dunia persepakbolaan Indonesia dengan menyediakan dan memperbaiki berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

“Satu, kita akan menerapkan sport science, kedua pembangunan infrastuktur yaitu salah satunya training camp yang ada di IKN, yang di mana pemerintah memberikan tanah dan membangun infrastruktur dasar tetapi juga ada peran daripada FIFA yang peduli dengan sepak bola Indonesia,” ungkap Erick di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/6).

Ia menjelaskan, untuk membangun infrastruktur dasar tersebut FIFA menggelontorkan dana sekitar USD7,3 juta. Menurutnya fasilitas yang akan dibangun di IKN tersebut akan menjadi fasilitas lengkap yang terdiri dari lima lapangan sepak bola, satu lapangan bola pantai, satu lapangan futsal. Seluruh fasilitas itu dikembangkan dengan mengandalkan sport science dan dilengkapi tempat istirahat yang memadai.

Fakta menarik dan bermanfaat
Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/6). (Biro Setpres RI)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta, Senin (5/6). (Biro Setpres RI)

Erick menuturkan, pihaknya juga akan membuat program berkelanjutan bagi pemain muda tim nasional sepak bola Indonesia, seperti pemain U-16 dan U-17 yang nantinya akan dipersiapkan untuk masuk ke dalam laga U-20 dan U-22.

“Untuk U-20 dan U-22 ini tentu kita sudah prioritaskan di bawah coach Indra untuk mencoba di Asian Games sebagai tentu apresiasi dan tes nyali. Dan juga sebagian dari pemain U-20 dan 22 ini yang belum memiliki klub itu akan masuk ke klub Bhayangkara sebagai program keberlanjutan untuk tim nasional muda ini,” ujar Erick.

Lebih lanjut, Erick mengatakan bahwa pemerintah juga akan mendukung program jangka panjang pengembangan sepak bola di Indonesia.

“Tadi saya memberanikan diri, kita akan memaparkan program jangka panjang, tentu PSSI akan mencari uang sendiri juga tapi alhamdulillah tadi Pak Presiden, Pak Menpora juga ikut menjadi bagian membangun sepak bola program jangka panjang ini,” katanya.

Asah Pemain Muda Lewat Kompetisi

Pengamat Sepak Bola M.Kusnaeni yang akrab dipanggil Bung Kus mengatakan, apa yang dipaparkan oleh Erick Thohir memang sudah sepatutnya dipersiapkan oleh PSSI, karena hal tersebut merupakan kebutuhan dasar dalam pembinaan dan pengembangan sepak bola.

“Itu baru hal yang dasar sebetulnya, dan belum merupakan hal yang bisa menjadi trigger untuk peningkatan prestasi. Jadi dasarnya dulu harus ada, seperti infrastruktur untuk menunjang pembinaan, sport science dilibatkan dalam proses pembinaan itu. Llalu SDM tidak boleh dilupakan seperti pelatih berkualitas, wasit berkualitas, karena tanpa wasit dan pelatih yang berkualitas pertandingan juga tidak bisa menarik, dan pembinaan juga tidak akan berhasil,” ungkapnya kepada VOA.

Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni (dok. pribadi)

Pengamat sepak bola, Mohamad Kusnaeni (dok. pribadi)

Menurutnya, faktor penting yang bisa menunjang prestasi para pemain sepak bola muda adalah banyaknya kompetisi yang baik dan masif. Kompetisi seperti itu, kata Bung Kus, kurang banyak digelar selama ini sehingga kemampuan para pemain belum terasah dengan baik.

Ia menjelaskan, banyak pemain sepak bola muda yang berusia 15-17 tahun seringkali tidak diberi ruang untuk berkompetisi sebelum memasuki karir profesional di usia 18 tahun.

“Sehingga dengan mereka berkompetisi selama tiga tahun, ketika masuk usia professional 18 tahun, mereka minimal sudah tiga tahun berkompetisi. Dengan sudah merasakan tiga tahun berkompetisi, kemampuan mereka akan meningkat menjadi pemain yang matang, siap berkompetisi profesional. Jadi itu yang kurang selama ini. pemain-pemain di kita masih banyak masuk ke kompetisi profesional tanpa melalui jalur kompetisi usia muda sehingga kemampuan mereka seringkali tidak bertahan lama. Kalau sudah terasah melalui kompetisi U-16, U-18 dan konsisten mereka ikuti selama tiga tahun itu ketika masuk usia profesional mereka sudah matang, fisiknya terbentuk, mentalnya terbentuk, karakternya terbentuk dan itu penting untuk masuk di karir profesional,” paparnya.

Laga kompetisi tersebut, katanya, seharusnya bisa digelar baik oleh pemerintah maupun oleh PSSI, dan juga oleh pihak swasta. Ia menekankan, hal ini sangat penting guna menjaring bibit-bibit muda berprestasi, karena tidak semua pemain muda ini mau melanjutkan ke karir professional di dunia sepak bola tersebut.

“Makanya, yang bermain bola sampai usia 18 tahun itu, mereka yang belum tentu menjadi pemain profesional, tapi kita kan tidak tahu yang bakatnya bagus itu yang mana. Oleh karena itu harus diberikan ruang sebanyak mungkin kompetisi supaya anak muda itu muncul,” tuturnya.

Selain itu, faktor penting lainnya yang bisa memajukkan dunia sepak bola tanah air adalah menjadikan sepak bola sebagai industri olahraga yang baik, dimana semua pihak terkait bisa hidup dari bidang tersebut.

“Memastikan bahwa sepak bola itu ke depan bisa menjadi sumber penghidupan dengan cara membangun kompetisi yang biisa menghidupi para pelakunya, itu yang namanya kompetisi profesional. Itu yang bisa digelar dalam kondisi dimana kita sudah berhasil menciptakan inudstri olah raga. Kalau kompetisinya belum sampai menjadi industri, orang tidak bisa hidup disitu. Dan kalau orang gak bisa hidup di situ, orang-orang terbaik belum tentu kemudian mau menjadi pemain profesional. Tapi kalau kompetisinya bisa menjadi industri, orang-orang terbaik akan berlomba-lomba menjadi pemain profesional. Itu logis,” pungkasnya. [gi/ab]

Sumber: VOA

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply