Connect with us

Kotamobagu

Capaian Vaksinasi dan Penerapan Prokes di Kotamobagu Sukses Turunkan Level PPKM

Turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena dua faktor, yaitu Vaksinasi Covid-19 dan tidak munculnya kasus baru Covid-19.

Published

on

Suasana gerai vaksinasi nasional

KOTAMOBAGU, PANTAU24.com-Upaya pemerintah menggenjot vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 telah membuahkan hasil. Kini status PPKM di Kotamobagu, turun ke level satu dari sebelumnya level dua.

Pemerintah Kotamobagu, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan beberapa pihak yang terlibat dalam gerakan nasional vaksinasi Covid-19 berdasarkan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 61 tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1, hingga kini masih terus melaksanakan vaksin.

Program vaksin di Kotamobagu gencar dilakukan, mulai dari tema gebyar vaksinasi Covid-19 yang menyasar sampai ke desa dan kelurahan, serbuan vaksin oleh TNI sampai vaksinasi massal oleh Badan Intelejen Negara (BIN).

Rencananya, BIN akan kembali melanjutkan vaksinasi massal di sekolah-sekolah dan masyarakat umum.

Penjelasan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu, Alfian Hasan, turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) karena dua faktor, yaitu Vaksinasi Covid-19 dan tidak munculnya kasus baru Covid-19.

Kabag Umum RSUD Kotamobagu, Taufan Simbala, mengatakan tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat. Artinya, Kotamobagu nol pasien Covid-19. “Kini di RSUD Kotamobagu, nol pasien Covid-19,” kata Taufan belum lama ini.

Meskipun nol pasien Covid-19, namun sesuai aturan PPKM Level I, bukan berarti tidak ada lagi protokol kesehatan (protkes), dan protkes tetap diberlakukan contohnya dalam ruangan dibatasi 50 persen peserta bila ada kegiatan sosial kemasyarakatan atau kegiatan apapun.

“Kalau PPKM level II dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas ruangan,” kata Alfian, Selasa (23/11).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu, dr Tanty Korompot MKes mengatakan, pihaknya akan mendukung program vaksinasi oleh lembaga manapun dengan memberikan bantuan tenaga kesehatan.

“Kalau butuh tenaga kesehatan untuk vaksinasi kami akan siapkan, tinggal dikoordinasikan dengan baik,” kata dr Tanty.

Ia juga mengimbau agar warga jangan mengabaikan protkes Covid-19. Tetap ikuti anjuran pemerintah soal 5M, dan datanglah ke titik-titik pelaksanaan vaksinasi, karena hampir setiap hari ada pelayananan vaksin.

“Dan jangan lupakan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya.