Sungai dan Laut Tobayagan Tercemar Limbah PETI, Pemerintah Jangan Diam

  • Share
Sahari Podomi, salah satu nelayan di Tobayagan yang tak bisa lagi melaut akibat sungai dan laut yang tercemar limbah PETI. (Foto: Reza Pahlevi/pantau24.com)

BOLSEL, PANTAU24.com-Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Hulu Tobayagan, Kecamatan Pinolosian Tengah, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) terus mengakibatkan kerusakan lingkungan.

Salah satu sektor yang paling parah terkena dampak eksploitasi PETI adalah Sungai Tobayagan. Padahal, sungai ini perananya sangat penting bagi kehidupan masyarakat sekitar.

“Air sungai yang biasanya digunakan warga untuk mandi, cuci baju dan tempat minum ternak sekarang tidak bisa digunakan karena berlumpur,” kata Imam Vandeim, Ketua Karang Taruna Desa Tobayagan Induk, saat ditemui, Rabu, 3 November 2021.

Tak hanya sungai, laut yang menjadi tempat para nelayan mencari rezeki juga ikut tercemar. Akibatnya nelayan tidak bisa melaut.

Seperti yang dikatakan Sahari Podomi salah satu nelayan, bahwa sejak pertambangan ini beroperasi dirinya sudah tidak pernah melaut di wilayah ini.

Fakta menarik dan bermanfaat

“Untuk sekarang memang sudah tidak ada nelayan yang mencari ikan di sini. Sekarang mencari ikan di luar desa,” ungkapnya kepada awak media.

Dia menjelaskan, persoalan ini sudah beberapa kali dikeluhkan warga kepada pemerintah setempat, namun sampai sekarang tidak ada tindak lanjut.

“Kami hanya ingin agar PETI ini berhenti beroperasi. Wakil rakyat juga jangan hanya diam saja,” sahutnya.

|Penulis: Reza Pahlevi

  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com