Ini 7 Kesalahan Pria saat Hubungan Seks

  • Share
Ilustrasi dari unsplash.com

PANTAU24.COM‘Wham, bam, thank you Ma’am,’ sebuah frasa yang kerap menggambarkan kekecewaan wanita akan pasangannya di ranjang. Pria kerap menginisiasi aktivitas seksual yang cepat dan nyaris tanpa kelembutan. Urusan seks ingin diselesaikan secepat mungkin, bahkan tanpa awalan atau foreplay.
Padahal seks terutama dengan penetrasi benar-benar memerlukan kesiapan secara fisik juga mental. Penetrasi tanpa persiapan malah membuat hubungan seks diwarnai rasa sakit bahkan trauma.

Rupanya tak hanya itu, sebaiknya pria juga memperhatikan kesalahan-kesalahan lain selama di ranjang.

Berikut tujuh kesalahan pria saat berhubungan seks:

1. Aktivitas seksual dimulai dari kamar

Terapis seks Ian Kerner, mengibaratkan gairah pria seperti lampu. Cukup menekan tombol ‘on’ maka gairah itu langsung ‘menyala’. Namun gairah pada wanita tidak demikian. Dia pun menyarankan untuk memupuk dan menumbuhkan gairah sejak sebelum masuk kamar.

Berikan pelukan, ciuman, juga sesederhana berpegangan tangan di momen-momen tertentu. Buat wanita, rasa aman dan terjamin (secure) membuat dia akan lepas saat berhubungan seks.

Fakta menarik dan bermanfaat

“Memeluk selama 30 detik merangsang oksitosin, hormon pada wanita yang menciptakan rasa koneksi dan kepercayaan,” jelas Kerner, seperti dikutip WebMD.

2. Seks yang baik itu berkaitan dengan performa diri

Seks hebat nan menyenangkan tak selalu berkaitan dengan performa Anda. Pria bisa merusak keintiman saat fokus pada kekhawatiran menyoal ketahanan ereksi.

Terapis seks Laurie Watson menyarankan untuk tetap meyakinkan dan membuat wanita terhubung, bisikkan padanya bahwa Anda tetap menginginkannya. Ereksi lambat atau berkurang cukup dilihat sebagai sinyal untuk jeda.

“Jika ejakulasi dini adalah masalahnya, katakan padanya bahwa Anda tidak dapat mengontrol klimaks yang cepat karena dia (pasangan) sangat seksi. Ingat, seks oral bisa menjadi pengganti yang sangat baik untuk hubungan seksual,” jelas Watson, seperti dikutip Psychology Today.

3. Berasumsi Anda tahu yang dia mau

Pria sebenarnya tahu saat pasangannya tidak menikmati seks. Begitu pula sebaliknya, wanita tahu saat pasangannya secara fisik di ranjang tapi tidak dengan pikiran maupun jiwanya. Tidak perlu banyak berasumsi soal apa yang pasangan inginkan. Kerner menyarankan untuk bertanya atau meminta umpan balik (feed back) selama seks berlangsung.

4. Stimulasi vagina, bukan klitoris

Apa yang pria rasakan pada penisnya, bukan yang dirasakan wanita pada vaginanya. Watson berkata sensasi penis timbul berkat sentuhan tetapi vagina merasakan sensasi dari peregangan dan tekanan. Pada anatomi tubuh wanita, justru klitoris yang bisa disejajarkan dengan penis soal sensasi.

5. Nyaman dengan satu metode

Terapis seks Sari Cooper berkata sebaiknya pria tidak berpikir bahwa saat satu metode berhasil di tiga kali coba, itu akan berhasil di tiga kali berikutnya. Wanita sangat dipengaruhi suasana hati, kemudian juga siklus menstruasinya.

“Mungkin puting lebih sensitif atau alat kelaminnya tidak begitu memberikan respons,” ujarnya.

Dari kondisi yang beragam, tak ada salahnya mencoba hal-hal yang berbeda. Psikolog Lonnie Barbach menyarankan untuk mencoba hal baru dan memperhatikan respons pasangan. Saat menemukan satu hal berhasil, coba lakukan terus. Namun tetap pantau responsnya karena kadang wanita mengeluh sebab pasangannya mencoba hal baru saat dia menikmatinya.

6. Berharap orgasme dari penetrasi

Sebanyak 80 persen wanita tidak mengalami orgasme dari penetrasi. Kenapa? Sebagian besar posisi seks tidak secara langsung menstimulasi klitoris.

“Wanita orgasme jauh lebih konsisten dari seks oral daripada penetrasi,” ujar Kerner.

Cara lainnya, coba libatkan sex toys semisal vibrator. Dengan catatan, sebaiknya didiskusikan agar pria tidak merasa terancam dengan keberadaannya.

7. Setelah puas, tidur saja

Bisa dimaklumi tidur jadi sesuatu yang istimewa setelah hubungan seks. Namun pria perlu tahu bahwa wanita menginginkan afterplay sama menyenangkannya dengan foreplay.

Sebagaimana dilansir The Sun, pelukan setelah hubungan seks bisa meningkatkan kenikmatan seksual pada wanita hingga 30 persen.

Jika memang Anda mengantuk, sebaiknya ambil posisi tidur sembari memeluk pasangan Anda, bukan langsung tidur begitu saja. Akan lebih baik lagi jika ada sesi pillow talk di mana Anda berdua mengobrol tentang berbagai hal.

|Sumber: CNNindonesia.com



  • Share

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com