Guru di Bolmut Rasakan Demam Pasca Disuntik Vaksin AstraZeneca

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto dok. pantau24.com)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Foto dok. pantau24.com)

BOLMUT, PANTAU24.COM-Ratusan guru di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjalani vaksinasi Covid-19, Selasa 12 April 2021.

Vaksinasi ini dalam rangka mempersiapkan kegiatan pembelajaran tatap muka di Sekolah yang ada di Bolmut. Vaksin yang digunakan jenis AstraZeneca. Hanya saja, sejumlah guru di Bolmut mengeluhkan demam, badan sakit, dan lemas pasca disuntik vaksin Covid-19 AstraZeneca.

“Saya sejak kemarin malam merasakan demam, badan totofore (mengigil),” ujar salah satu guru kepada Torangpeberita.com (media sindikasi pantau24.com) setelah dirinya divaksin.

Sementara itu kepala seksi imunisasi dan surveilens Dinkes Bolmut, Fitria Stion mengatakan terkait reaksi seperti demam menggigil lemas dan sakit kepala adalah reaksi simpang dari vaksin AstraZenneca.

Baca Pula:  Sungai Ongkag Dumoga Diduga Kuat Tercemar Limbah Merkuri

“Dan ini tergolong KIPI ringan yang biasanya akan terjadi tergantung pada kondisi individu penerima vaksin tersebut,” katanya.

Fakta menarik dan bermanfaat

Sebelumnya Dinas Kesehatan Provinsi Sulut telah menyurati dan meminta penjelasan dan pernyataan resmi dari Kementerian Kesehatan serta Organisasi Ksehatan Dunia (WHO).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Sulut, dr Debie Kalalo, pihaknya telah menyurati kedua lembaga tersebut, Jumat 26 Maret 2021. Surat yang berisi laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dialami penerima vaksin.

“Rata-rata keluhan sasaran (vaksinasi) adalah demam, menggigil, sakit kepala, badan terasa sakit dan lemas,” kata Debie dalam surat resmi itu.

Baca Pula:  Gempa 6,2 Magnitudo Guncang Majene, Sejumlah Gedung Roboh

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sulut yang juga merupakan Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, dr Steaven Dandel mengatakan, dokumen izin darurat penggunaan (EUA) vaksin AstraZeneca sebenarnya telah menyebutkan KIPI berupa efek simpang dari vaksin ini tergolong sangat sering terjadi (very common) dan sering terjadi (common).

“Artinya 1 di antara 10 suntikan atau 1 dari 100 suntikan sangat mungkin diikuti gejala serupa,” jelas Dandel, Sabtu 27 Maret 2021.(*)

|Sumber: torangpeberita.com

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com