Kapal Raksasa Ever Given Berhasil Dievakuasi, Tapi ada Kabar Buruk Baru

PANTAU24.COM-Setelah hampir enam hari terjebak dan menutupi jalur pelayaran vital di Terusan Suez, kapal raksasa Ever Given akhirnya berhasil mengapung kembali dan dievakuasi ke lokasi yang aman pada, Senin 29 Maret 2021.
Meski begitu, masih ada satu ancaman lagi yang menghantui perdagangan global. Limpahan barang yang tiba karena situasi yang membaik bisa membuat persoalan baru.

Apalagi, sekitar 12 persen dari perdagangan global mengalir melalui Terusan Suez dengan kapal besar seperti Ever Given. Masing-masing menampung 20.000 kontainer.

“Gangguan seminggu ini akan terus memiliki efek berjenjang. Ini setidaknya 60 hari sebelum semuanya beres dan tampak sedikit kembali normal,” kata Profesor Ilmu Politik di Universitas Northeastern, Stephen Flynn, dikutip dari CNBC International, Selasa (30/3/2021).

Baca Pula:  Flores Timur Dihantam Banjir Bandang, 5 Warga Meninggal

Efek tidak langsung ini termasuk kemacetan di pelabuhan tujuan. Lalu kapal tidak berada di pelabuhan keberangkatan untuk perjalanan terjadwal berikutnya. Peristiwa ini tentu semakin memperburuk rantai pasokan yang sudah terhuyung-huyung dari kekurangan kontainer di tengah ledakan pembelian Covid-19.

Flynn, yang juga pendiri di Global Resilience Institute, mencatat bahwa ini adalah salah satu tantangan dari sistem just-in-time. Jalur perakitan akan nganggur karena suku cadang tidak muncul pada waktu yang diharapkan.

Fakta menarik dan bermanfaat
Baca Pula:  219 Warga Binaan Rutan Kelas II B Kotamobagu Gunakan Hak Pilih

“Tidak pernah stres separah ini sebelumnya, dan ini akan memakan waktu yang sangat lama. Pada dasarnya Anda telah menciptakan kemacetan lalu lintas yang tidak memungkinkan Anda hanya untuk reset dan restart. Ini akan membutuhkan banyak koreografi,” tambah Flynn.

Terjepitnya Ever Given yang menyebabkan penutupan Terusan Suez, sangat mengganggu arus barang dari Asia ke Eropa maupun sebaliknya. Tercatat bahwa kerugian per jam yang ditimbulkan dari tertutupnya terusan penghubung Laut Merah dan Laut Tengah ini hampir mencapai US$ 400 juta atau setara Rp 5,7 triliun per jam per barang.

|CNBCIndonesia.com

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com