Peluang dan Tantangan yang akan Dihadapi Bolmong Kedepan

Suasana peringatan HUT Kabupaten Bolmong ke 67 tahun
Suasana peringatan HUT Kabupaten Bolmong ke 67 tahun

BOLMONG, PANTAU24.COM-Di usia ke 67 tahun ini, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) memiliki berbagai peluang untuk lebih maju. Tentunya, peluang tersebut seiring dengan banyaknya tantangan yang juga harus dihadapi.

Setidaknya, itu semua diakui Bupati Bolmong, Yasti Soepredjo Mokoagow. Bahkan, secara spesifik, top eksekutif Pemkab Bolmong itu memprediksi, dalam upaya mewujudkan cita-cita normatif seluruh masyarakat Bolmong, sedikitnya ada tiga tantangan besar yang masih hadapi hingga saat ini dan di tahun-tahun selanjutnya.

Yang pertama menurut Yasti, adalah tantangan terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi nasional, penanggulangan kemiskinan dan penciptaan lapangan pekerjaan. Kemudian tantangan terkait dengan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta transparan dan akuntabel

Baca Pula:  Bupati Bolmong Serahkan Bansos Tahap III di Dumoga Bersatu

“Dan yang ketiga adalah tantangan terkait peningkatan sinergitas antara pemerintah daerah dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan pemerintah desa dan kelurahan, serta dengan pelaku usaha dan masyarakat luas,” ungkap Bupati, saat menyampaikan sambutannya pada peringatan HUT Bolmong, ke 67 tahun, yang jatuh pada Selasa 23 Maret 2021.

Menurutnya, dalam menghadapi ketiga tantangan tersebut, tentu tidak bisa menutup mata terhadap dinamika pembangunan yang telah dilalui selama ini yang masih sarat dengan berbagai tantangan. Meskipun permasalahan daerah di berbagai sektor pembangunan telah diselesaikan sedikit demi sedikit, sehingga dapat terlihat bahwa perubahan itu ada, dan menghasilkan pertumbuhan positif bagi pembangunan di daerah tercinta ini.

Fakta menarik dan bermanfaat
Baca Pula:  Yasti Resmikan Kota Tanpa Kumuh di Inobonto I

“Semua keberhasilan yang telah kita raih merupakan hasil kerja keras dari semua komponen masyarakat Bolmon. Di dalamnya termasuk jajaran birokrasi baik yang ada di tingkat kabupaten, tingkat kecamatan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Tanpa birokrasi yang kompeten, loyal dan profesional, maka prestasi pemerintahan tidak akan mungkin terukir indah, dalam sejarah perjalanan kabupaten,” ungkapnya.(*)

Leave a Reply

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com