Connect with us

Cari Tahu

Anda tak bisa mencium bau? Penyakit itu ada namanya

Studi menunjukkan, orang dengan anosmia dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Published

on

Ilustrasi dari Pixabay.com

PANTAU24.COM – Indera penciuman anda tiba-tiba tidak bisa mencium bau sesuatu, bahkan tidak bisa membedakan bau harum dan bau busuk?

Bayangkan saat Anda ke kedai kopi tapi tak bisa mencium aroma kopi yang diseduh. Atau, ketika berjalan di taman bunga, tapi tak bisa mencium harumnya bunga mawar. Kondisi ini dikenal dengan istilah anosmia.

Berdasarkan NHS, anosmia merupakan perubahan kondisi yang terjadi saat indra penciuman tak bisa mencium bau dan akan mempengaruhi persepsi rasa. Selain kehilangan indra penciuman, anosmia bakal berdampak pada indra perasa sehingga bisa mempengaruhi nafsu makan dan kehidupan.

Studi menunjukkan, 5 persen atau satu dari 20 orang di dunia mengalami anosmia. Anosmia dapat terjadi dalam beberapa waktu saja. Namun, kondisi yang parah dapat membuat anosmia bersifat permanen.

Anosmia biasanya disebabkan oleh pembengkakan atau penyumbatan yang menghambat hidung menangkap bau. Saat penyumbatan bisa ditangani, penciuman umumnya bakal kembali.

Kondisi anosmia tertentu juga bisa disebabkan karena kerusakan pada otak. Kondisi ini lebih sulit untuk ditangani. Infeksi, trauma, cedera, penyakit neurologis, hingga efek samping obat juga dapat menyebabkan anosmia pada seseorang.

Studi yang dilakukan pada 71 orang anosmia mendapati, kehilangan penciuman berdampak pada kesehatan mental, hubungan personal, dan kesehatan fisik.

“Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kehilangan indra penciumannya juga melaporkan tingginya tingkat depresi, kecemasan, isolasi, dan kesulitan hubungan,” kata peneliti yang merupakan profesor rhinologi dan olfaktologi, Carl Philpott, dikutip dari Metro.

Efek yang ditimbulkan

Salah satu efek dari anosmia adalah tidak dapat mencium bau diri sendiri. Akibatnya, kebersihan diri seseorang dapat terganggu. Jika tak bisa diatasi, seseorang dapat mengisolasi diri dari sosial.

Phillpot juga menemukan, seorang ibu yang anosmia kerap merasa bersalah tak bisa menjalin ikatan dengan anaknya karena tak mengetahui kebutuhan sang anak untuk mengganti popok atau memakai pewangi.

Sebagian orang dengan anosmia juga kerap tak lagi makan bersama dengan pasangan dan tak lagi berhubungan seksual. Studi dari Dresden University of Technology menunjukkan, orang yang memiliki penciuman yang baik cenderung memiliki hubungan seks yang menyenangkan. Sedangkan perempuan yang memiliki indra penciuman yang baik lebih sering orgasme saat berhubungan seksual.

Bahayanya

Anosmia juga dapat membuat seseorang lebih berisiko terhadap bahaya fisik. Seseorang yang tidak bisa mencium bau lebih mungkin memakan makanan basi atau berada dalam situasi berbahaya seperti ruangan dengan gas beracun.

Studi menunjukkan, orang dengan anosmia dapat meningkatkan risiko kematian dini. Tingkat kematian pada orang anosmia empat kali lebih tinggi dibanding orang dengan penciuman normal.

Sumber: CNN Indonesia

Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

RILIS BERITA




Trending

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com