Connect with us

PERISTIWA

Pemanfaatan Limbah Sawit sebagai Biometana untuk Energi Bersih

Gas biometana dari limbah sawit dimanfaatkan menjadi energi bersih, berpotensi ciptakan lapangan kerja dan dukung pertumbuhan ekonomi.

Published

on

PANTAU24.com – Gas biometana yang dihasilkan dari limbah sawit kini dimanfaatkan sebagai bahan bakar ramah lingkungan untuk kebutuhan industri. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ratusan lapangan pekerjaan serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat. reNIKOLA Holdings Sdn Bhd, melalui anak perusahaan Indonesia, PT reNIKOLA Primer Energi, telah menandatangani perjanjian jual beli gas biometana terkompresi (CBG) jangka panjang dengan PT Pertagas Niaga, anak perusahaan dari PT Pertamina Gas. Kesepakatan ini mengedepankan pengembangan ekosistem biometana yang terintegrasi ke dalam jaringan gas nasional pertama di Indonesia.

Proyek tersebut mengacu pada pengembangan biometana terklaster pertama dan terbesar yang memusatkan gas terbarukan dari delapan pabrik kelapa sawit. Setelah selesai, lebih dari 830.000 MMBtu diharapkan dapat diproduksi setiap tahun dengan investasi sebesar 40 juta dolar AS. “Perjanjian ini adalah pencapaian penting dalam usaha kami mengoptimalkan potensi biometana di Indonesia,” jelas Amran Yusof, CEO PT RPE, dalam keterangannya.

Melalui kerja sama ini, PT Pertagas Niaga akan membeli CBG dari PT RPE selama 15 tahun mendatang dan mendistribusikannya kepada konsumen industri melalui jaringan gas alam yang tersedia. Sebagai bagian dari proyek, PT Pertamina Gas akan membangun stasiun injeksi biometana pertama di Indonesia yang akan berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, menghubungkan fasilitas produksi biometana ke jaringan distribusi gas nasional.

Toto Yulianto, President Director PTGN, menekankan pentingnya peran gas terbarukan dalam mendukung transisi energi di Indonesia, khususnya untuk solusi energi rendah karbon bagi industri. Proyek ini juga diperkirakan akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 320.000 ton ekuivalen CO₂ per tahun, setara dengan menghindari pembakaran sekitar 161 juta kilogram batu bara.

Direktur Utama PTPN IV, Jatmiko menambahkan, “Kolaborasi ini merefleksikan komitmen kami untuk meningkatkan keberlanjutan operasi sambil memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan rendah karbon di Indonesia dengan mengubah emisi metana dari limbah cair jadi energi terbarukan.”

Fakta menarik dan bermanfaat

Diolah dari laporan Detik – Finance.

⚠️ Disclaimer: Disclaimer: Konten ini dihasilkan secara otomatis dengan pengerjaan sebagian melibatkan bantuan AI. Mohon untuk memverifikasi kembali data dan informasi yang tercantum.
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply