PERISTIWA
RS Lapangan Didirikan, Pemerintah Percepat Penanganan Gempa NTT
Pemerintah segerakan penanganan gempa magnitudo 7,7 di NTT; RS Lapangan sudah beroperasi guna mendukung layanan medis darurat.
PANTAU24.com – Pemerintah tengah mempercepat penanganan dampak gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8). Berbagai upaya dilakukan termasuk mendirikan rumah sakit lapangan di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai untuk layanan medis kedaruratan. Hingga Minggu (16/8), tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak guna mendata dan memastikan jumlah korban yang ada.
“Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, satu rumah sakit lapangan telah didirikan dan beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai,” jelas Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, dalam keterangan tertulisnya.
Selain fasilitas kesehatan, pemerintah juga membuka akses transportasi untuk mendukung distribusi bantuan dan proses evakuasi. Menurut laporan terbaru, jalur darat antara Larantuka dan Maumere sudah dapat dilalui, meskipun jalur penghubung antara Ende dan Nagekeo masih terputus karena kerusakan akibat gempa. “Tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif,” tambah Berton.
Gempa ini mengakibatkan dampak besar bagi warga, memaksa lebih dari 5.000 orang mengungsi dan menyisakan 47 korban meninggal dunia. BNPB mendata kebutuhan mendesak termasuk tenda darurat, pangan, obat-obatan, dan fasilitas lainnya. Bantuan 275 ton telah dikirim untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun kebutuhan mendasar masih menjadi prioritas utama, khususnya di Kabupaten Manggarai.
Pemerintah Provinsi NTT saat ini sedang memproses penetapan status tanggap darurat selama 14 hari. Selain itu, sejumlah kabupaten telah menetapkan status kedaruratan secara mandiri, diikuti dengan pembentukan pos komando untuk mengoordinasikan upaya penanganan darurat di lokasi bencana.
Diolah dari laporan Media Indonesia.


You must be logged in to post a comment Login