Connect with us

Editor's Pick

1 orang tewas pada gempa tektonik jenis trust fault di Sulut

Published

on

PANTAU24.COM — Gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang berpusat di perairan tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4/2026) pagi kini menelan korban jiwa. Seorang warga Kota Manado dinyatakan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan bangunan, sementara satu orang lainnya mengalami patah kaki. Basarnas Sulawesi Utara masih terus melakukan pendataan untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terdata.

Bersamaan dengan itu, tsunami benar-benar terjadi meski ketinggian air naik tidak signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi gelombang laut telah terdeteksi di lima titik pengamatan sepanjang pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Peringatan dini tsunami hingga berita ini diturunkan pada pukul 10.30 WITA belum dicabut oleh BMKG.

Satu orang meninggal di reruntuhan KONI Manado

Korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Deice Lahia, perempuan berusia 69 tahun, seorang pelaku usaha yang saat kejadian gempa berada di kawasan Gedung Olahraga (GOR) milik KONI di Sario, Manado. Bagian bangunan yang bukan struktur inti itu runtuh akibat guncangan yang berlangsung lebih dari satu menit, menimpa sejumlah penjual UMKM yang biasa berjualan di bawahnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan, membenarkan kejadian tersebut. “Lokasi sini sekitaran KONI, ada beberapa bangunan runtuh tapi bukan struktur inti, ini menimpa beberapa penjual UMKM di bawahnya,” katanya.

Korban langsung dievakuasi oleh petugas dan warga setempat menuju Rumah Sakit Bhayangkara Manado, namun nyawanya tidak tertolong. Satu korban lain mengalami patah kaki setelah nekat melompat dari sebuah toko saat guncangan gempa terjadi.

Juru Bicara Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, menyatakan pihaknya masih terus melakukan penelusuran untuk memastikan kemungkinan adanya korban lain. “Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko,” ujar Nuriadin.

Gempa tektonik jenis trust fault, bukan yang pertama di zona ini

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam konferensi pers daring menjelaskan bahwa gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi kerak bumi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” kata Fathani. Mekanisme ini dikenal sebagai salah satu pemicu tsunami paling berbahaya karena pergerakan vertikal lempeng mampu memindahkan kolom air laut dalam volume besar.

Zona perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara memang merupakan salah satu kawasan paling aktif secara seismik di Indonesia, berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar.


Data teknis gempa utama

Parameter Keterangan
Waktu Kejadian Kamis, 2 April 2026 — 05:48:16 WIB / 06:48 WITA
Magnitudo (BMKG) M 7,6 (diperbarui dari laporan awal M 7,3)
Magnitudo (USGS) M 7,8 — kedalaman 10 km
Lokasi Episenter 129 km Tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara
Koordinat 1,25° Lintang Utara — 126,27° Bujur Timur
Kedalaman 62 km (menengah)
Jenis Gempa Thrust fault (pergerakan naik) — deformasi kerak bumi
Status Tsunami ⚠️ Peringatan Dini Tsunami AKTIF — belum dicabut (per 09.00 WITA)
Gempa Susulan 11 kali hingga pukul 06:50 WIB, terbesar M 5,5
Korban 1 meninggal, 1 patah kaki (data Basarnas Sulut — masih berkembang)

Tsunami terdeteksi nyata di 5 titik pengamatan

Gelombang tsunami bukan sekadar prediksi, BMKG mengonfirmasi melalui dokumen resmi Warning Tsunami PD-3.2 bahwa kenaikan muka air laut telah teramati secara aktual di lima stasiun tide gauge. Ketinggian tertinggi tercatat di Minahasa Utara yang mencapai 0,75 meter pada pukul 06:18 WIB.

Lokasi Pengamatan Koordinat Waktu Deteksi (WIB) Ketinggian Gelombang
Minahasa Utara 1.35, 125.07 06:18 0,75 meter ⚠️ Tertinggi
Belang 0.94, 124.78 06:36 0,68 meter
Sidangoli 0.88, 127.49 06:16 0,35 meter
Halmahera Barat 1.01, 127.49 06:08 0,30 meter
Bitung 1.44, 125.20 06:15 0,20 meter

Sumber: Dokumen resmi BMKG Warning Tsunami PD-3.2, dikirimkan pukul 07:26:13 WIB, 2 April 2026.


Status peringatan tsunami per wilayah

BMKG menetapkan sepuluh wilayah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dalam dua kategori peringatan. Tujuh wilayah berstatus Siaga, yang artinya pemerintah daerah wajib mengarahkan warganya untuk segera melakukan evakuasi menyeluruh. Tiga wilayah lainnya berstatus Waspada, dengan instruksi agar masyarakat segera menjauhi pantai dan tepian sungai.

Provinsi Kota / Kabupaten Status Estimasi Gelombang Tiba (WIB)
Maluku Utara Kota Ternate SIAGA 05:53
Maluku Utara Halmahera SIAGA 05:54
Maluku Utara Kota Tidore SIAGA 05:56
Sulawesi Utara Kota Bitung SIAGA 06:12
Sulawesi Utara Minahasa Bagian Selatan SIAGA 06:17
Sulawesi Utara Minahasa-Selatan Bagian Selatan SIAGA 06:18
Sulawesi Utara Minahasa-Utara Bagian Selatan SIAGA 06:18
Sulawesi Utara Kepulauan Sangihe WASPADA 06:14
Sulawesi Utara Minahasa-Utara Bagian Utara WASPADA 06:15
Sulawesi Utara Bolaang Mongondow Bagian Selatan WASPADA 06:21

Gempa susulan terus berlanjut

BMKG mencatat 11 kali gempa susulan terjadi sejak gempa utama hingga pukul 06:50 WIB, hanya sekitar satu jam setelah kejadian. Gempa susulan terkuat mencapai magnitudo 5,5. Karena data rinci waktu dan lokasi setiap gempa susulan belum dirilis secara lengkap oleh BMKG pada saat berita ini diturunkan, tabel berikut merangkum informasi yang tersedia berdasarkan konfirmasi resmi.

# Keterangan Magnitudo Keterangan Tambahan
1 Gempa Utama (Mainshock) M 7,6 05:48:16 WIB — episenter 129 km Tenggara Bitung
2 Gempa Susulan Terkuat M 5,5 Terjadi sebelum pukul 06:50 WIB
3–11 Gempa Susulan Lainnya M < 5,5 Total 10 gempa susulan di bawah M 5,5 tercatat hingga 06:50 WIB

Catatan: BMKG belum merilis daftar lengkap dengan waktu dan koordinat masing-masing gempa susulan pada saat berita ini diterbitkan. Data akan diperbarui seiring rilis resmi dari BMKG.


Intensitas guncangan di berbagai wilayah

Wilayah Intensitas (Skala MMI) Deskripsi
Ternate, Maluku Utara V – VI MMI Dirasakan hampir semua penduduk, benda terpelanting, potensi kerusakan ringan
Ibu, Halmahera Barat V MMI Guncangan kuat, benda-benda jatuh dari rak
Manado, Sulawesi Utara IV – V MMI Terasa kuat, warga berhamburan keluar rumah
Bone Bolango, Gorontalo III MMI Dirasakan sebagian orang, benda ringan bergoyang
Gorontalo Utara III MMI Dirasakan sebagian orang — BMKG pastikan Gorontalo tidak terdampak tsunami

Kepanikan di Manado

Guncangan yang berlangsung lebih dari satu menit membuat warga Manado panik massal. Di Kelurahan Malalayang, seorang warga menceritakan ia terbangun dari tidurnya akibat guncangan hebat.

Fanli, seorang pengemudi ojek daring yang sedang bertugas saat gempa terjadi, memilih menepi dan menghentikan kendaraannya. “Saya sedang mengendarai mobil. Namun gempa itu terasa cukup kuat. Saya langsung berhenti karena banyak tiang listrik yang bergerak,” katanya.

Di Bitung, warga bernama Nelson mengisahkan kondisi saat gempa menerpa pemukimannya di pagi buta. “Belum lama bangun tidur, langsung gempa. Kami semua langsung lari keluar rumah. Kuat sekali gempanya,” ujar Nelson.

Di media sosial, beredar sejumlah video yang memperlihatkan kondisi air laut surut di satu titik dan naik di titik lain. BMKG mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan atau mempercayai informasi yang belum terverifikasi, dan hanya mengacu pada kanal resmi lembaga tersebut.

Imbauan resmi BMKG

Masyarakat yang berada di wilayah pesisir terutama di kawasan yang masuk daftar Siaga dan Waspada, diminta untuk tidak kembali ke pantai sebelum BMKG secara resmi mencabut peringatan dini tsunami.

BMKG juga menegaskan agar warga memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali masuk ke dalam rumah, mengingat gempa susulan masih berlanjut. Informasi resmi dapat diakses melalui situs www.bmkg.go.id, akun @infoBMKG, aplikasi InfoBMKG, atau kanal Telegram resmi BMKG di t.me/InaTEWS_BMKG.


Catatan Redaksi: Artikel ini merupakan laporan perkembangan terkini per pukul 09.00 WITA, 2 April 2026. Data korban, kerusakan, dan status peringatan tsunami masih dapat berubah. ZonaUtara.com terus memantau perkembangan situasi. Informasi juga dirangkum dari berbagai sumber diantaranya BMKG, Basarnas Sulut, Antara, Kompas.com, Beritasatu, Times Indonesia, Metro TV News.

Artikel ini merupakan republikasi dari: zonautara.com

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply