SULUT
Suka duka Enji dan Anisya mendirikan Komunitas Literasi Moisipun, bangkitkan minat baca anak

PANTAU24.COM – Kabar gembira untuk para pecinta literasi, hadirnya wadah bernama Komunitas Literasi Moisipun, khusus untuk mereka yang memiliki minat dalam dunia literasi anak dan kegiatan sosial.
Komunitas ini lahir di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, di awal tahun 2022, atas kecintaan dua pendirinya, Enji Mokodompit dan Anisya Mokobombang terhadap literasi, dan minimnya minat anak untuk membaca.
Keprihatinan yang turut dirasakan Anisya dan Enji menjadi salah satu faktor utama terbentuknya Komunitas Literasi Moisipun, sebagai salah satu gerakan sosial menjangkau masyarakat lebih luas.
“Kami menciptakan sebuah wadah untuk membangkitkan minat baca anak-anak sejak dini,” ungkap Anisya Mokobombang, kepada PANTAU24.com, pada Sabtu (08/01/2025).

Dengan bermodal 20 buku yang dipinjam dari perpustakaan setempat, Anisya dan Enji membuka lapak baca gratis yang menjadi solusi terhadap anak-anak yang tidak mempunyai akses serta minimnya minat baca di lingkungannya.
Ia menjelaskan, kata “Moisipun” sendiri berasal dari Bahasa Mongondow yang artinya berkumpul, dengan filosofi bersatu dan bersama-sama membangun gerakan literasi dengan memfokuskan anak-anak sebagai target untuk generasi penerus.
Lapak baca pertama kali diselenggarakan di lapangan Motoboi Kecil, 11 Juli 2022 yang menjadi langkah awal gerakan Komunitas Literasi Moisipun.
Disebutnya, salah satu media nasional sempat memberitakan tentang kegiatan Lapak Baca Moisipun, tepatnya di SDN Kolingangaan, Desa Kolingangaan, Kecamatan Bilalang, Kabupaten Bolaang Mongondow.
“Lapak baca ini disambut dengan antusias masyarakat setempat serta anak-anak di desa tersebut. Kegiatan ini berhasil membuka pandangan masyarakat terhadap pentingnya literasi,” sambung Enji Mokodompit.

Menurut Enji, keadaan sekolah yang tidak layak, mendorong komunitas ini untuk menyuarakannya di media sosial, sehingga mengundang perhatian sampai diberitakan di stasiun televisi nasional.
“Kegiatan ini mengundang banyak minat relawan untuk bergabung di dalam komunitas ini, hingga menjadi komunitas yang lebih luas,” kata Enji.
Untuk menjangkau lebih banyak anak-anak komunitas, Moisipun membangun kerja sama dengan Komunitas Teras Inomasa, dan Sampul Belakang.
“Tak banyak yang berminat, tapi saya selalu ingat bahwa memilih jalan ini dan bertanggung jawab atas pilihan kami,” ungkap Enji dan Anisya.
Enji dan Anisya mengaku merasa lebih baik, karena sudah berkontribusi atas kemajuan literasi.
“Moisipun, mogogitog bo mobalajar (berkumpul, bermain, dan belajar) menjadi misi utama menumbuhkan literasi pada anak-anak,” urainya.
Mereka berdua mengaku, telah bermitra dengan Perpustakaan Daerah Kotamobagu dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara, dan menerima 1000 buku dari perpusnas RI.
“Harapan kami, ke depan Moisipun akan menjadi inspirasi, tetap konsisten dan bertumbuh dengan tujuan menciptakan rasa cinta anak-anak di seluruh wilayah Bolaang Mongondow Raya terhadap literasi,” tutup Anisya.
***

You must be logged in to post a comment Login