BOLMONG, PANTAU24.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong) menggelar pertemuan rembuk stunting tingkat kabupaten. Kegiatan yang digelar di aula kantor Bupati Bolmong, Senin 29 Juni 2020 itu dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong, Tahlis Gallang.

Dalam sambutannya, Tahlis menegaskan, kegiatan tersebut sangat penting. KArena menurut dia, persoalan stunting ini bukan persoalan sepele. Bahkan sangat dilematis dan juga sangat ironis khusus untuk Kabupaten Bolmong, dengan jumlah kasus sebanyak 132 orang, yang tersebar di tujuh kecamatan.

“Itu jumlah yang cukup besar untuk Bolmong yang notabene memiliki berbagai sumber daya alam yang melimpah. Bolmong daerah yang kaya. Apalagi kabupaten Bolmong dikenal sebagai lumbung beras-nya Provinsi Sulut. Artinya bahwa sumber pangan ada di Bolmong,” ucap Tahlis, dalam sambutannya.

Tapi menurut dia, dengan masih adanya kasus stunting bahkan terbilang tinggi ini maka itu sungguh ironis. Dan ini menjadi tanggung jawab bersama.

Persoalan ini juga membuktikan bahwa terjadi kesenjangan sosial diantara masyarakat.

“Misalnya, ada masyarakat yang tingkat penghasilannya sudah sangat luar biasa atau sudah sejahtera, tetapi di sisi lain tidak sedikit juga di tingkat bawah yang masih sangat miskin. Salah satu faktor penyebab stunting ini adalah asupan nutrisi yang tidak mencukupi. Dan itu bisa saja dipengaruhi oleh faktor ekonomi,” katanya.

Di sisi lain, dari kebanyakan kasus stunting, jarang terjadi di lingkungan keluarga yang secara ekonomi berkecukupan. Ini juga membuktikan bawah tingkat kepedulian sosial warga Bolmong semakin menurun. Sehingga dirinya meminta kepada para para sangadi se Bolmong untuk kembali menggaungkan kepekaan sosial di tengah-tengah masyarakat.

“Misalnya, ada warga yang kekurangan, maka warga lain yang sudah berkecukupan perlu untuk saling membantu. Sehingga itu kita harus bergerak secara bersama-sama,” tandasnya, sembari meminta kepada kepada seluruh jajaran Pemkab Bolmong yang terlibat dalam rembuk untuk mengikuti sampai kegiatan selesai.

Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bolmong, oleh semua pihak yang terlibat termasuk pihak eksekutif dan legislatif.