Connect with us

Cari Tahu

Pasangan Sibuk Dengan Smartphone? Atasi Dengan Cara Ini

Published

on

PANTAU24.COM – Di era modern sekarang ini, smartphone (ponsel pintar) sudah merupakan sesuatu yang berharga bagi para pemakainya. Kita membawanya tiap hari dalam setiap aktivitas dan rata-rata menurut data terbaru untuk  yang berusia antara 18 sampai 24 tahun, biasanya melihat atau membuka smartphone masing-masing sebanyak 47 kali – 82 kali sehari.

Sangat beralasan kenapa kita bisa dikatakan bergantung dengan smartphone karena disitu banyak informasi dan bantuan yang didapat mulai dari informasi cuaca, kebutuhan masak, membantu kita berkomunikasi dengan teman, keluarga dan pasangan serta mengatasi masalah dalam pekerjaan.

Tetapi terlalu bergantung dan sampai merasa jatuh cinta dengan smartphone Anda sendiri, merupakan hal yang buruk. Itu dapat mengganggu hubungan dengan orang lain apalagi keintiman dengan pasangan.

Hal ini dapat dikatakan sebagai sebuah konflik yang sudah umum, antara cinta pada smartphone dan cinta pada manusia. Dan apabil hal ini terjadi dalam hubungan, ia memiliki beberapa istilah seperti jika kita mem-snubbing (perlakuan menghina) pasangan demi ponsel, itu disebut dengan phubbing (phone + snubbing).

“Kunci untuk hubungan yang sehat adalah kehadiran,” kata James Roberts. Ketika sedang bersama dan salah satu pasangan dengan tidak sadar secara terus-menerus memeriksa ponselnya, ia memebrikan tanda bahwa ia menemukan sesuatu yang lebih menarik disana dari pada Anda.

Dalam Sebuah studi yang dilakukan oleh jurnal Psychology of Popular Media Culture pada tahun 2016, sebanyak 70 persen wanita mengakui bahwa smartphone secara negatif mempengaruhi hubungan mereka. Dan lebih dari sepertiga dari 143 wanita dalam penelitian ini mengatakan pasangan mereka lebih sering menanggapi notifikasi di smartphone, dan satu dari empat mengatakan pasangan mereka melakukan chat selama percakapan. Dari apa yang dirasakan para wanita akan hal ini bahwa mereka merasa kurang senang dengan hubungan dan kehidupan yang seperti itu.

Sama seperti pria, dalam penelitian yang dilakukan oleh. Dr. Roberts, yang adalah profesor pemasaran di Universitas Baylor, mengajukan 175 pertanyaan untuk pria dan wanita tentang hal penggunaan smartphone. Hampir setengah dari responden yaitu 46 persen, melaporkan ia merasa dihina oleh pasangannya karena penggunaan smartphone yang berlebihan.

Jika Anda merasa frustrasi dengan gangguan telepon dalam hubungan Anda, bicarakan dengan pasangan Anda tetapi bersikaplah positif. Dan berikut dibawah ini beberapa cara yang disarankan untuk membatasi penggunaan ponsel demi hubungan dengan pasangan anda.

1. Tentukan Area Tanpa Penggunaan Ponsel Di Rumah

bruce mars at Pexels

Rumah adalah tempat dimana seharusnya Anda lebih dekat dengan pasangan. Untuk itu area seperti ruang keluarga, dan dapur haruslah bebas dari penggunaan ponsel ini. Dan pertimbangkan juga untuk tidak menggunakan ponsel saat di mobil bersama dengan pasangan Anda.

2. Cobalah Untuk Tanpa Ponsel Saat Di Kamar Tidur

Bruno Cervera at Pexels

Menyenangkan memang untuk bermain media sosial sesaat sebelum tidur, atau ketika terbangun dan tidak bisa tidur pada jam 3 pagi. Tetapi ada baiknya kita menaruh ponsel jauh dari tempat tidur dan melakukan aktivitas lain seperti dengarkan lagu dan membaca.

3. Jauhkan Ponsel Dari Meja

Pixabay at Pexels

Saat makan di rumah atau di restoran ada baiknya kita menjauhkan ponsel dari meja. Hal ini akan sangat mengganggu sebuah percakapan karena notifikasi dari ponsel dapat mengalihkan dan membuat kita penasaran untuk melihatnya, dan alhasil akhirnya kita mengensampingkan pasangan kita.

4. Memiliki Etiket

bruce mars at Pexels

Jika ada waktu dimana kita harus membuka ponsel, katakan secara langsung bahwa ini hal yang penting, misalnya “Saya hanya memeriksa hasil pekerjaan, 2 menit saja,” hal itu menunjukan kita menghargai pasangan dan mungkin juga akan membuat kita sadar seberapa sering kita ijin membuka ponsel saat bersama pasangan.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *